Pengaruh Stop Word Dalam Optimasi SEO

pengaruh stop word

Algoritma mesin pencari terus mengalami perubahan setiap harinya, sehingga tips untuk mengoptimasi SEO juga semakin beragam dilakukan. Salah satu optimasi SEO yang harus Anda ketahui adalah stop word. Pengaruh stop word dalam SEO dapat memberikan pengaruh bagi sebuah konten marketing website, yang menggunakan SEO sebagai fokus utamanya. Lantas apa itu stop word dan apa pengaruh stop word dalam optimasi SEO?

Apa itu Stop Word?

Stop word adalah beberapa kata tertentu yang tidak diolah atau diabaikan oleh mesin pencari, baik dalam kueri penelusuran maupun hasil penelusuran. Stop word tidak memiliki arti, karena stop word adalah kata penghubung, kata pengganti, kata depan, dan sebagainya. Contoh stop word adalah di, ke, dan, sebuah, yang, dan lainnya. Sedangkan versi Bahasa Inggris seperti a, an, the, and, what, dan lainnya.

Jadi sebelum sebuah teks diproses algoritma mesin pencari, kata-kata yang termasuk dalam stop word ini ditiadakan. Algoritma dapat dengan canggih mengenali stop word yang digunakan dalam sebuah kalimat. Sehingga stop word dapat tetap diabaikan, selama konteks dalam kalimat dapat dipahami. 

Pengaruh Stop Word dalam SEO

Meskipun urutan kata dalam sebuah kalimat acak atau tidak mengandung stop word, mesin pencari tetap memahami kalimat tersebut. Oleh karena itu, stop word diabaikan dalam hasil pencarian karena tidak merepresentasikan sebuah konten secara kontekstual. Tanpa stop word pun mesin pencari memahami apa yang audiens cari dan ingin temukan dalam keyword pencariannya.

Sama seperti definisinya, stop word tidak mengubah arti dalam keseluruhan konten yang Anda buat. Namun bukan berarti pengaruh stop word dapat langsung dihilangkan dari seluruh konten yang Anda buat. Dalam beberapa kondisi, stop word tidak dapat digunakan, dan di beberapa kondisi lainnya stop word dapat dibutuhkan. Karena bagaimanapun, stop word adalah kata-kata yang juga dapat menyempurnakan sebuah kalimat agar jelas dan enak dibaca oleh audiens.

Penggunaan stop word yang dapat Anda kurangi biasanya terletak di URL, meta tag, dan alt text dalam konten Anda. Karena pengoptimalan dalam URL, meta tag, dan alt text memiliki jumlah karakter kata yang terbatas, sehingga pengoptimalan SEO dalam penggunaan stop word dapat dimaksimalkan. Sementara penggunaan stop word dalam isi konten tetap dibutuhkan.

Namun perlu diingat kembali, apakah konteks kalimat berpengaruh jika stop word dihilangkan atau tidak. Seperti kata “Rumah Makan di Padang” akan berbeda makna dengan kata “Rumah Makan Padang”. Kedua kalimat tersebut berbeda makna, maka penggunaan stop word -di- tetap harus digunakan.

Stop word adalah kata-kata yang memiliki pengaruh penting untuk menjaga pengalaman pengguna atau pembaca. Karena kalimat akan menjadi lebih jelas dengan penggunaan stop word. Bayangkan jika pengaruh stop word dihilangkan seluruhnya dari isi konten Anda, bukankah konten Anda akan terlihat berantakan karena tidak ada kata penghubung, kata depan, kata pengganti, dan lainnya? Jadi pada akhirnya, pengaruh stop word dalam SEO ini harus dipilah dan dipilih kembali dalam penggunaannya, apakah yang Anda tulis benar-benar membutuhkan stop word atau tidak.

Baca juga: 8 Kesalahan SEO yang Harus Dihindari Website Bisnis

Penggunaan Stop Word Secara Efektif dalam Konten Anda

Untuk mempermudah Anda, mana pengaruh stop word yang dapat digunakan serta mana pengaruh stop word yang harus dihindari, ketahui beberapa penggunaan stop word berikut yang dapat Anda gunakan dalam konten Anda. Sehingga Anda dapat menggunakan stop word secara efektif, di berbagai aspek dalam optimasi SEO.

1. Penggunaan di URL

Seperti yang sudah dibahas pada poin sebelumnya, pengaruh stop word pada URL, membuat penggunaannya harus dikurangi. Jika Anda menggunakan plugin Yoast SEO pada website Anda, mungkin Anda pernah melihat rekomendasi untuk menghapus stop word dari URL Anda. Pengaruh stop word jika digunakan di dalam URL akan menghasilkan URL yang panjang dan tidak efektif untuk pengalaman pengguna karena tidak sharingable. Anda dapat membaca artikel kami untuk membuat URL SEO friendly sebagai panduan dalam membuat URL. URL yang singkat dengan struktur yang jelas dan sederhana, dapat membuat konten Anda direkomendasikan kepada audiens oleh mesin pencari. 

2.Penggunaan di Judul

Terdapat banyak judul, baik dalam meta tag maupun dalam konten yang tidak menggunakan stop word. Namun penggunaan stop word pada judul juga dapat membantu pembaca untuk memperjelas isi konten. Tapi jika sudah sesuai dengan konteksnya, maka penggunaan stop word dalam judul tidak perlu digunakan.

Judul bukan hanya digunakan oleh mesin pencari, namun judul juga tampil di halaman hasil pencarian atau SERP. Bayangkan jika judul yang seharusnya menggunakan stop word, namun dihilangkan dalam rangka pengoptimalan SEO stop word. Kalimat tersebut akan terbaca aneh dan membingungkan pembaca. Seperti contoh:

Rekomendasi 5 Makanan Enak Rumah Makan di Manado

kemudian dihilangkan stop wordnya, maka akan menjadi:

Rekomendasi 5 Makanan Enak Rumah Makan Manado

Jika kata -di- dihilangkan akan berubah maknanya. Antara judul dan isi tidak sesuai.

3. Penggunaan di Konten

Di sinilah penggunaan stop word dapat Anda maksimalkan, bukan dikurangi. Anda tidak boleh menghapus stop word dari isi konten Anda. Karena penghapusan stop word dapat membingungkan pembaca. Ketika sebuah tulisan enak untuk dilihat dan dibaca oleh pengguna, mereka tentu akan menyukai konten Anda. Namun jika sebuah tulisan terasa aneh dan membingungkan saat dibaca, akan membuat pengguna kabur dari halaman website Anda dan mencari website lain. Anda harus memprioritaskan pengguna atau pengunjung Anda.

Baca juga: Tips Membuat Meta Tag SEO Friendly Untuk Mengoptimasi Website

Stop Word Penting untuk Pengalaman Pengguna

Meski stop word diabaikan oleh algoritma mesin pencari, namun kenyataan stop word yang penting digunakan untuk isi konten juga akan mempermudah audiens yang datang ke laman website Anda. Bukankah pengalaman pengguna merupakan prioritas? Jadi yang harus dipahami dalam penggunaan stop word adalah bagaimana Anda memahami apa itu stop word dan bagaimana proses penggunaannya agar dapat memberikan pengalaman pengguna yang menyenangkan. Dengan memberikan konten yang nyaman untuk pengguna, bahkan mereka menyukainya. maka mesin pencari juga menganggap bahwa konten Anda relevan dengan apa yang pengguna sukai. Akibatnya website Anda akan mendapatkan peringkat dari mesin pencari. 

Baca juga: Keuntungan Menggunakan CMS Untuk Website

Ketika Anda memahami tentang penggunaan dan pengaruh stop word dalam SEO, Anda akan lebih siap untuk membuat keputusan yang tepat tentang kapan waktu yang efektif untuk menggunakan stop word. Abaikan saran untuk menghapus stop word dari judul dan isi konten Anda, karena stop word dapat memberikan pengalaman baik bagi pengguna. Tapi pertimbangkan penggunaan stop word pada URL karena URL yang baik adalah URL yang memberikan keyword penting untuk konten. Stop word tidak akan merugikan SEO Anda, selama penggunaannya yang bijak. 

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
DIFITECH

Saat ini kami memiliki layanan untuk setiap bisnis yang ingin mengembangkan bisnis mereka dari Design dan Digital Dengan tim yang lengkap ,dapat memberikan setiap solusi untuk keperluan bisnis anda.

Soscial Media
Send
Apa ada yang bisa kami bantu?
Apa ada yang bisa kami bantu?