Lompat ke konten utama

DIFITECH – Digital Marketing Agency

8 Penyebab Anda Kehilangan Pengikut Instagram, Yuk Ketahui Solusinya

Kenapa followers Instagram berkurang sendiri dan penyebabnya

Sudah berusaha mengembangkan akun Instagram, tetapi jumlah followers justru turun? Kondisi ini sering membuat pemilik akun bisnis bertanya-tanya, kenapa followers Instagram berkurang sendiri padahal tidak merasa melakukan perubahan apa pun pada akun.

Jawaban singkatnya: followers Instagram dapat berkurang karena pengguna melakukan unfollow, akun followers dinonaktifkan atau dihapus, akun bot dan spam dibersihkan, maupun karena konten dan strategi akun tidak lagi relevan dengan audiens. Karena penyebabnya berbeda-beda, penurunan followers perlu dianalisis bersama data performa akun, bukan hanya dari jumlah followers.

Ketika Anda menggunakan Instagram untuk menjalankan bisnis dan sudah berusaha mengembangkan akun dengan berbagai strategi, kehilangan pengikut tentu perlu diperhatikan. Kondisi ketika jumlah orang yang mengikuti akun berkurang biasa disebut lost followers atau kehilangan followers.

Lost followers artinya sejumlah pengguna yang sebelumnya mengikuti akun Instagram Anda tidak lagi tercatat sebagai followers. Namun, penyebabnya tidak selalu karena semua orang tersebut sengaja melakukan unfollow. Followers juga dapat berkurang karena akun pengguna dinonaktifkan atau dihapus, Instagram menghapus akun spam dan fake account, hingga karena perubahan strategi atau kualitas konten Anda.

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa strategi Instagram Anda gagal. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu kenapa pengikut Instagram berkurang dan apakah penyebabnya berasal dari perilaku followers, kondisi akun, strategi konten, atau faktor dari Instagram.

Apakah Kehilangan Pengikut Instagram Normal?

Ya. Kehilangan beberapa followers dari waktu ke waktu merupakan hal yang normal dan dapat terjadi pada hampir semua akun Instagram.

Pengguna dapat melakukan unfollow karena minatnya berubah, tidak lagi membutuhkan konten Anda, merasa konten tidak lagi relevan, atau sekadar mengurangi jumlah akun yang mereka ikuti.

Namun, apabila followers Instagram tiba-tiba berkurang sendiri dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan biasanya, Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penurunan tersebut dapat berkaitan dengan kualitas konten, perubahan strategi akun, followers palsu yang terhapus, akun followers yang dinonaktifkan, atau masalah tertentu pada akun maupun platform.

Instagram dapat mendeteksi dan membatasi akun yang terindikasi spam atau bot, dan akun yang melanggar aturan platform juga dapat dihapus. Karena itu, ketika akun-akun tersebut sebelumnya mengikuti Anda, jumlah followers dapat ikut berkurang.

Apa Artinya Jika Pengikut Netto Berkurang?

Istilah pengikut netto atau net followers mengacu pada pertumbuhan bersih followers dalam suatu periode. Sederhananya, angka tersebut dipengaruhi oleh jumlah followers baru dibandingkan dengan followers yang hilang pada periode yang sama.

Karena itu, pengikut netto berkurang atau bernilai negatif tidak selalu berarti seluruh followers Anda menurun drastis. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika jumlah followers yang hilang lebih besar daripada jumlah followers baru yang diperoleh pada periode tersebut.

Contohnya, apabila sebuah akun mendapatkan 100 followers baru tetapi kehilangan 130 followers dalam periode yang sama, pertumbuhan bersihnya menjadi minus 30 followers. Dalam kondisi seperti ini, hal yang perlu dianalisis bukan hanya jumlah followers baru, tetapi juga penyebab orang berhenti mengikuti akun.

Baca juga: Begini Cara Meningkatkan Followers Instagram Bisnis Anda

Kenapa Followers Instagram Berkurang Sendiri?

Secara umum, penyebab followers Instagram berkurang dapat dibagi menjadi dua kelompok utama:

  • Faktor dari followers atau Instagram, misalnya pengguna melakukan unfollow, akun followers dinonaktifkan atau dihapus, akun spam dibersihkan, atau terdapat masalah sementara pada platform.
  • Faktor dari akun Anda, misalnya kualitas konten menurun, terlalu banyak promosi, niche berubah, positioning profil tidak jelas, atau konten tidak lagi sesuai dengan ekspektasi audiens.

Untuk mengetahui penyebab sebenarnya, sebaiknya jangan hanya melihat angka total followers. Jika menggunakan akun yang memiliki akses ke Instagram Insights, bandingkan perubahan followers dengan reach, engagement, profile visits, saves, shares, serta performa konten pada periode yang sama.

Anda juga dapat memeriksa Account Status untuk mengetahui apakah terdapat masalah pada akun atau konten yang dapat memengaruhi distribusi dan rekomendasi konten.

8 Penyebab Anda Kehilangan Pengikut Instagram

Berikut delapan penyebab umum yang dapat membuat jumlah followers Instagram menurun dan hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya.

8 penyebab followers Instagram berkurang sendiri
Delapan penyebab umum followers Instagram berkurang, mulai dari penghapusan akun bot hingga perubahan kualitas dan strategi konten.

1. Instagram Menghapus Akun Bot, Spam, atau Fake Account

Salah satu alasan followers IG berkurang sendiri adalah adanya followers yang sebenarnya merupakan akun palsu, spam, atau bot.

Instagram memiliki mekanisme untuk mendeteksi dan mengelola akun semacam ini. Instagram juga dapat mengelompokkan akun yang terindikasi spam sebagai potential spam. Selain itu, spam, fake accounts, dan akun lain yang tidak mengikuti Community Guidelines dapat dihapus dari Instagram.

Jika sebelumnya akun Anda mempunyai followers semacam ini, jumlah followers dapat berkurang ketika akun-akun tersebut dihapus atau dinonaktifkan.

Baca Juga :  10 Strategi Digital Marketing yang Terbukti Efektif untuk Bisnis

Hal ini tidak selalu buruk. Untuk akun bisnis, followers asli yang benar-benar tertarik terhadap brand jauh lebih bernilai daripada jumlah followers besar tetapi sebagian besarnya tidak pernah berinteraksi.

Solusinya: fokuslah pada pertumbuhan followers organik melalui konten yang relevan, distribusi yang tepat, serta interaksi dengan audiens yang sesuai dengan target bisnis. Hindari menjadikan jumlah followers sebagai satu-satunya indikator keberhasilan akun.

Baca juga: Penyebab Utama Instagram Shadowban & Cara Mengatasi Shadowban

2. Jarang atau Tidak Konsisten Mengunggah Konten

Jika sebuah akun jarang mengunggah konten dalam waktu lama, hubungan antara akun dan audiens dapat melemah.

Followers mungkin tidak lagi mengingat alasan awal mereka mengikuti akun Anda atau menemukan akun lain yang lebih konsisten memberikan informasi yang mereka butuhkan.

Namun, hal ini bukan berarti setiap akun wajib mengunggah satu konten setiap hari. Tidak ada satu frekuensi posting yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua jenis akun.

Frekuensi ideal dapat berbeda tergantung karakter bisnis, kapasitas produksi konten, perilaku audiens, serta performa akun masing-masing.

Solusinya: buat jadwal publikasi yang realistis dan konsisten. Evaluasi jenis serta frekuensi konten berdasarkan data performa akun dan kemampuan menjaga kualitas konten, bukan hanya mengikuti frekuensi posting akun lain.

3. Profil Instagram Tidak Menjelaskan Identitas Akun dengan Jelas

Profil Instagram membantu audiens memahami siapa Anda, apa yang ditawarkan bisnis, dan alasan mengapa mereka perlu mengikuti akun tersebut.

Jika foto profil, nama akun, bio, konten, dan penawaran tidak mempunyai positioning yang konsisten, audiens dapat kesulitan memahami tujuan akun.

Masalah serupa dapat muncul ketika sebuah akun awalnya membahas satu topik, tetapi kemudian berubah menjadi topik lain yang tidak berhubungan dengan alasan awal followers mengikuti akun tersebut.

Solusinya: pastikan profil Instagram dapat menjawab setidaknya tiga pertanyaan:

  • Siapa bisnis Anda?
  • Apa produk, jasa, atau value yang Anda tawarkan?
  • Siapa target audiens Anda?

Setelah positioning tersebut jelas, konten yang dipublikasikan juga perlu konsisten mendukung positioning tersebut.

4. Konten Berkualitas Rendah atau Tidak Lagi Relevan

Instagram merupakan platform yang mengandalkan konten visual, tetapi kualitas konten tidak hanya ditentukan oleh kualitas gambar atau video.

Konten yang berkualitas juga perlu memberikan manfaat kepada audiens, baik berupa informasi, edukasi, inspirasi, hiburan, insight, maupun solusi terhadap masalah tertentu.

Followers biasanya mempunyai ekspektasi ketika memutuskan mengikuti sebuah akun.

Jika sebuah akun awalnya dikenal karena memberikan konten edukasi kemudian perlahan berubah menjadi hanya mempublikasikan konten promosi, sebagian followers dapat memilih untuk unfollow.

Hal yang sama juga dapat terjadi ketika konten:

  • terlalu repetitif;
  • terlalu generik;
  • sulit dipahami;
  • tidak relevan dengan niche;
  • atau tidak lagi mempunyai manfaat yang jelas bagi audiens.

Solusinya: evaluasi konten dengan performa terbaik dan terburuk. Perhatikan reach, engagement, saves, shares, profile visits, serta perubahan followers setelah jenis konten tertentu dipublikasikan.

5. Isi Konten Terlalu Hard Selling

Jika Instagram digunakan untuk bisnis, konten promosi tentu tetap diperlukan. Namun, masalah dapat muncul ketika hampir seluruh konten hanya berisi penawaran produk atau jasa.

Audiens mungkin menyukai produk Anda, tetapi mereka belum tentu ingin menerima promosi setiap kali melihat konten dari akun tersebut.

Konten yang terus-menerus berisi ajakan seperti “beli sekarang”, “promo hari ini”, atau “hubungi kami” tanpa memberikan value lain dapat membuat followers kehilangan alasan untuk terus mengikuti akun.

Solusinya: kombinasikan konten promosi dengan berbagai tipe konten seperti:

  • konten edukasi;
  • tips;
  • FAQ pelanggan;
  • studi kasus;
  • testimonial;
  • behind the scenes;
  • informasi produk;
  • konten interaksi;
  • dan konten inspiratif yang masih relevan dengan niche.

Dengan begitu, followers tetap mendapatkan manfaat meskipun mereka belum siap membeli produk atau menggunakan jasa Anda.

Baca juga: Beda Paid Promote dan Endorse dalam Promosi Bisnis

6. Menggunakan Hashtag yang Tidak Relevan

Hashtag dapat membantu memberikan konteks mengenai topik suatu konten, tetapi menggunakan banyak hashtag bukan jaminan bahwa konten akan memperoleh reach yang lebih tinggi.

Masalah dapat muncul ketika sebuah akun menggunakan hashtag yang tidak berhubungan dengan isi konten hanya karena topik tersebut dianggap populer.

Hal tersebut dapat membuat konten ditemukan oleh audiens yang sebenarnya tidak mempunyai ketertarikan terhadap niche bisnis Anda.

Jika orang mengikuti akun karena menemukan satu konten tetapi kemudian menyadari bahwa konten lainnya tidak relevan dengan kebutuhan mereka, kemungkinan unfollow dapat meningkat.

Solusinya: gunakan hashtag yang memang berhubungan dengan topik konten, industri, produk, atau target audiens. Pada saat yang sama, pastikan caption, isi visual, dan topik konten juga menjelaskan konteks konten dengan jelas. Jangan menjadikan hashtag sebagai satu-satunya strategi untuk meningkatkan jangkauan.

Baca Juga :  9 Cara Membuat Digital Marketing Plan Agar Bisnis Lebih Fokus

7. Membeli Followers Instagram

Membeli followers dapat membuat angka pengikut meningkat dengan cepat, tetapi tidak berarti Anda mendapatkan audiens yang benar-benar tertarik terhadap brand.

Followers yang diperoleh melalui cara tersebut dapat terdiri dari akun pasif, fake account, ataupun bot yang tidak mempunyai ketertarikan terhadap produk maupun konten Anda.

Akibatnya, jumlah followers terlihat tinggi sementara kualitas engagement dapat tetap rendah.

Ketika akun spam atau fake account tersebut kemudian dinonaktifkan atau dihapus, jumlah followers juga dapat ikut turun.

Solusinya: prioritaskan kualitas audiens dibandingkan sekadar mengejar jumlah followers.

Untuk akun bisnis, audiens yang relevan, aktif, dan berpotensi menjadi pelanggan lebih bernilai dibandingkan jumlah followers yang besar tetapi tidak mempunyai hubungan dengan bisnis.

Baca juga: Cara Meningkatkan Jangkauan Instagram Bisnis Anda

8. Gangguan atau Perubahan pada Sistem Instagram

Dalam beberapa kondisi, perubahan jumlah followers dapat terlihat secara tiba-tiba tanpa adanya perubahan signifikan pada konten atau strategi akun.

Jika hal ini terjadi, jangan langsung mengubah seluruh strategi Instagram. Pastikan terlebih dahulu bahwa penurunan tersebut benar-benar terjadi dan bukan hanya masalah tampilan atau gangguan sementara.

Solusinya: cek akun melalui aplikasi dan perangkat lain jika diperlukan, dokumentasikan jumlah followers sebelum dan sesudah perubahan, periksa Instagram Insights dan Account Status, kemudian pantau kembali setelah beberapa waktu.

Jika masalah tetap terjadi, gunakan fitur pelaporan masalah yang tersedia di Instagram.

Cara Mengetahui Penyebab Followers Instagram Berkurang

Daripada langsung menyimpulkan bahwa algoritma Instagram menjadi penyebabnya, lakukan audit sederhana berdasarkan data akun terlebih dahulu.

  1. Periksa seberapa besar penurunan followers. Turun beberapa followers secara bertahap berbeda dengan kehilangan banyak followers dalam waktu singkat.
  2. Bandingkan dengan periode sebelumnya. Jangan melihat satu hari secara terpisah. Perhatikan apakah penurunan merupakan pola berulang atau hanya fluktuasi sementara.
  3. Bandingkan dengan performa konten. Lihat apakah penurunan followers terjadi bersamaan dengan penurunan reach, engagement, saves, shares, atau profile visits.
  4. Periksa konten yang baru dipublikasikan. Cari apakah terdapat perubahan tema, format, tone komunikasi, frekuensi posting, atau intensitas promosi.
  5. Periksa positioning akun. Pastikan topik konten masih sesuai dengan alasan dan kebutuhan audiens yang mengikuti akun tersebut.
  6. Evaluasi kualitas followers. Jika sebelumnya terjadi pertumbuhan followers yang tidak wajar atau terdapat banyak akun yang terindikasi spam, penurunan dapat berkaitan dengan hilangnya akun-akun tersebut.
  7. Periksa Account Status. Pastikan tidak terdapat masalah pada akun atau konten yang dapat memengaruhi kelayakan rekomendasi dan distribusi konten.
  8. Tentukan tindakan berdasarkan penyebab. Jangan menggunakan solusi yang sama untuk seluruh kasus. Penurunan akibat konten membutuhkan perbaikan strategi konten, sedangkan penghapusan akun bot tidak perlu “diganti” dengan followers palsu baru.
Cara mengetahui penyebab followers Instagram berkurang dengan audit Instagram
Alur audit untuk membantu mengidentifikasi penyebab followers Instagram berkurang berdasarkan perubahan followers, performa konten, reach, engagement, dan kualitas audiens.

Pengalaman DIFITECH dalam Mengevaluasi Penurunan Followers Instagram

Dalam mengelola dan mengevaluasi akun media sosial bisnis, DIFITECH menemukan bahwa penurunan followers biasanya tidak dapat dinilai hanya dari satu indikator.

Pada praktiknya, terdapat beberapa pola yang cukup sering ditemukan ketika sebuah akun mengalami penurunan followers.

Salah satunya adalah perubahan komposisi konten. Ketika sebuah akun yang sebelumnya banyak memberikan konten edukatif dan informatif mulai didominasi konten promosi, audiens yang awalnya mengikuti akun untuk mendapatkan informasi dapat kehilangan alasan untuk terus mengikuti.

Pola lain yang sering terlihat adalah perubahan niche atau komunikasi konten yang terlalu jauh dari positioning awal akun.

Misalnya, audiens mengikuti sebuah akun karena tertarik mendapatkan informasi mengenai kategori tertentu. Ketika sebagian besar konten baru tidak lagi membahas kategori tersebut, followers yang sudah tidak merasa relevan dapat memilih untuk unfollow.

DIFITECH juga menemukan bahwa penurunan followers tidak selalu berarti performa akun memburuk.

Dalam beberapa evaluasi akun bisnis, jumlah followers dapat turun sementara engagement dari audiens yang tersisa tetap sehat atau audiens yang berinteraksi justru menjadi lebih relevan terhadap bisnis.

Karena itu, jumlah followers sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya indikator keberhasilan strategi Instagram.

Checklist Audit Followers yang Digunakan DIFITECH

Saat mengevaluasi kondisi tersebut, beberapa indikator yang biasanya diperiksa antara lain:

  • perubahan jumlah followers sebelum dan sesudah periode penurunan;
  • jumlah followers baru dan followers yang hilang;
  • konten yang dipublikasikan sebelum followers mulai menurun;
  • perbandingan performa konten edukasi dan konten promosi;
  • perubahan frekuensi posting;
  • perubahan topik atau niche konten;
  • reach;
  • engagement;
  • saves;
  • shares;
  • profile visits;
  • respons audiens terhadap konten;
  • serta Account Status apabila terdapat indikasi masalah pada akun atau distribusi konten.

Dengan membandingkan indikator tersebut, penyebab penurunan followers dapat dianalisis dengan lebih objektif daripada hanya melihat total jumlah followers.

Bagaimana Cara Mengembalikan Followers Instagram yang Hilang?

Pertanyaan lain yang cukup sering muncul adalah bagaimana cara mengembalikan followers Instagram yang tiba-tiba hilang.

Baca Juga :  Cara Optimasi Foto Produk agar Conversion Marketplace Naik

Jawabannya bergantung pada penyebab followers tersebut hilang.

Jika seseorang memang memutuskan melakukan unfollow, tidak ada fitur Instagram yang dapat secara otomatis membuat pengguna tersebut kembali mengikuti akun Anda.

Begitu juga apabila akun followers telah dinonaktifkan atau dihapus. Anda tidak dapat mengembalikannya dari akun Anda sendiri.

Namun, apabila penurunan followers terjadi karena performa konten atau strategi akun, Anda dapat memperbaiki peluang pertumbuhan followers berikutnya dengan beberapa cara:

  • identifikasi konten yang paling banyak menghasilkan engagement dan followers;
  • kembali fokus pada topik yang relevan dengan target audiens;
  • tingkatkan kualitas dan manfaat konten;
  • kurangi konten yang terlalu berorientasi pada penjualan;
  • publikasikan konten secara konsisten;
  • bangun interaksi melalui komentar, Stories, Reels, dan DM;
  • hindari membeli followers dan penggunaan bot;
  • dan lakukan evaluasi performa secara berkala.

Dengan demikian, fokusnya bukan sekadar mengembalikan angka followers yang hilang, tetapi membangun kembali pertumbuhan followers yang relevan, aktif, dan sesuai dengan target bisnis.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Followers Instagram Tiba-Tiba Menjadi 0?

Jika jumlah followers Instagram tiba-tiba berubah menjadi 0, jangan langsung menyimpulkan bahwa seluruh followers melakukan unfollow secara bersamaan.

Kondisi seperti ini berbeda dengan penurunan followers secara bertahap dan sebaiknya diperiksa terlebih dahulu sebelum Anda mengambil tindakan terhadap strategi konten.

Beberapa langkah awal yang dapat dilakukan adalah:

  • refresh atau buka kembali aplikasi Instagram;
  • pastikan aplikasi Instagram sudah diperbarui;
  • periksa akun melalui perangkat atau browser lain;
  • pastikan koneksi internet normal;
  • periksa Instagram Insights jika tersedia;
  • periksa Account Status;
  • dan cek kembali setelah beberapa waktu untuk memastikan apakah angka kembali normal.

Jika jumlah followers tetap tidak normal atau terdapat fungsi akun lain yang bermasalah, gunakan fitur bantuan atau Report a Problem di Instagram.

Cara Mencegah Followers Instagram Terus Berkurang

Untuk akun bisnis, mempertahankan followers yang relevan sama pentingnya dengan mendapatkan followers baru. Berikut beberapa prinsip yang dapat digunakan untuk menjaga kualitas pertumbuhan audiens.

Jaga Positioning Akun Tetap Konsisten

Pastikan audiens tetap mendapatkan konten yang berkaitan dengan alasan mereka mengikuti akun Anda. Perubahan positioning yang terlalu jauh dapat membuat followers lama tidak lagi merasa relevan dengan akun.

Prioritaskan Value untuk Audiens

Jangan membuat setiap konten berorientasi terhadap penjualan. Berikan juga informasi, edukasi, insight, inspirasi, hiburan, atau solusi yang memang dibutuhkan target audiens.

Gunakan Data sebagai Dasar Evaluasi

Jangan menilai strategi Instagram hanya berdasarkan asumsi. Gunakan Instagram Insights dan data performa konten untuk membandingkan hasil antarjenis konten dan menemukan pola yang paling efektif.

Bangun Audiens yang Relevan

Hindari mengejar angka followers semata. Targetkan orang yang memang mempunyai ketertarikan terhadap produk, layanan, atau topik yang dibahas bisnis Anda.

Perhatikan Engagement dan Hasil Bisnis, Bukan Hanya Followers

Jumlah followers yang besar tidak selalu menunjukkan bahwa sebuah akun mempunyai audiens yang berkualitas.

Untuk mengevaluasi performa akun secara lebih menyeluruh, perhatikan juga indikator seperti:

  • reach;
  • engagement;
  • saves;
  • shares;
  • profile visits;
  • DM;
  • klik menuju website;
  • leads atau inquiry yang dihasilkan;
  • serta tindakan bisnis lain yang relevan dengan tujuan akun.

Jika followers sedikit berkurang tetapi engagement dan kualitas audiens justru menjadi lebih relevan setelah akun bot atau audiens yang tidak sesuai menghilang, penurunan tersebut belum tentu merupakan hal negatif.

Kesimpulan

Kenapa followers Instagram berkurang sendiri? Penyebabnya dapat berasal dari pengguna yang melakukan unfollow, penghapusan akun spam atau bot, akun followers yang dinonaktifkan, konten yang tidak lagi relevan, positioning akun yang berubah, terlalu banyak hard selling, followers palsu, maupun gangguan sementara pada platform.

Jika yang berkurang adalah pengikut netto, periksa perbandingan antara followers baru dan followers yang hilang pada periode tersebut. Angka pertumbuhan bersih dapat turun ketika followers yang hilang lebih banyak daripada followers baru yang masuk.

Karena penyebabnya berbeda-beda, jangan langsung mengejar followers baru ketika jumlah pengikut turun.

Mulailah dengan mengevaluasi perubahan followers, Instagram Insights, performa konten, engagement, reach, saves, shares, profile visits, Account Status, dan perubahan strategi yang dilakukan pada periode tersebut.

Jika penyebabnya berasal dari strategi konten, lakukan evaluasi terhadap kebutuhan audiens dan jenis konten yang dipublikasikan. Sedangkan jika penurunan terjadi karena hilangnya fake account, spam account, atau akun yang sudah tidak aktif, Anda tidak perlu memaksakan diri mengembalikan angka tersebut.

Pada akhirnya, untuk akun bisnis, followers yang relevan, aktif, dan benar-benar mempunyai ketertarikan terhadap brand jauh lebih bernilai daripada sekadar jumlah followers yang besar.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Powered by Joinchat