Sering kali pebisnis menganggap bahwa iklan yang bagus harus dibuat dengan anggaran besar atau selalu mengikuti konten yang sedang viral. Padahal, efektivitas sebuah iklan tidak hanya ditentukan oleh besarnya budget maupun seberapa ramai tampilannya.
Iklan yang bagus adalah iklan yang mampu menarik perhatian audiens, menyampaikan pesan dengan cepat, relevan dengan kebutuhan mereka, serta mendorong audiens melakukan tindakan yang diinginkan.
Karena itu, dalam membuat iklan Anda perlu memperhatikan bukan hanya desain, tetapi juga target audiens, pesan, headline, penawaran, keyword, visual, hingga call-to-action atau CTA.
Apa yang Membuat Iklan Menjadi Bagus?

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam membuat iklan adalah siapa konsumen atau target audiens yang ingin dijangkau. Iklan yang menarik bagi satu kelompok konsumen belum tentu menarik bagi kelompok lainnya.
Karena itu, sebelum menentukan desain atau kata-kata yang digunakan, pahami terlebih dahulu masalah, kebutuhan, keinginan, dan karakteristik audiens Anda. Setelah itu, tentukan pesan utama yang ingin disampaikan.
Iklan yang baik umumnya mempunyai pesan yang jelas, headline yang menarik, manfaat atau solusi yang mudah dipahami, visual yang relevan, penawaran yang masuk akal, serta CTA yang memberi tahu audiens apa yang perlu dilakukan selanjutnya.
Anda juga dapat menggunakan beberapa pendekatan seperti testimoni pelanggan untuk meningkatkan kepercayaan, promosi terbatas untuk membangun urgensi, data atau manfaat produk untuk memperkuat penawaran, serta storytelling untuk membangun hubungan emosional dengan audiens.
Supaya Pembaca Tertarik Membaca Iklan, Apa yang Harus Dilakukan?
Supaya pembaca tertarik membaca iklan, iklan tersebut harus mampu menarik perhatian sejak bagian pertama sekaligus memberikan alasan yang relevan untuk melanjutkan membaca. Salah satu caranya adalah menggunakan headline yang kuat, spesifik, mudah dipahami, dan berhubungan langsung dengan kebutuhan audiens.
Contohnya, dibandingkan menggunakan headline generik seperti:
“Jas Hujan Berkualitas Tinggi”
Anda dapat membuat manfaatnya lebih jelas:
“Tetap Kering Saat Hujan Deras dengan Jas Hujan PVC Anti Tembus”

Headline kedua langsung menjelaskan manfaat yang akan diperoleh konsumen. Namun, hindari membuat headline yang terlalu sensasional apabila isi iklan tidak mampu membuktikan klaim tersebut.
Tidak perlu menggunakan seluruh metode pemasaran sekaligus. Anda dapat memilih satu hingga tiga pendekatan yang paling sesuai ketika membuat konten iklan yang menarik bagi konsumen.
7 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Membuat Iklan

Untuk membuat iklan yang efektif, berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar pesan lebih relevan dengan audiens dan mampu mendorong tindakan.
1. Menggunakan Keyword yang Sesuai dengan Target
Hal yang harus diperhatikan dalam membuat iklan yang pertama, khususnya untuk iklan berbasis pencarian seperti Google Ads, adalah memahami bagaimana memilih keyword yang berhubungan dengan produk, layanan, dan search intent calon konsumen.
Keyword membantu menghubungkan pencarian pengguna dengan penawaran bisnis Anda. Karena itu, jangan hanya memilih keyword berdasarkan volume pencarian. Pertimbangkan juga maksud pencarian dan seberapa dekat keyword tersebut dengan produk atau layanan yang ditawarkan.
Jika Anda menggunakan Google Ads, buatlah pesan iklan dan landing page yang relevan dengan intent pencarian pengguna. Relevansi antara pencarian, iklan, serta halaman tujuan membantu menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi calon konsumen.
Hindari penggunaan kata-kata yang terlalu umum atau ambigu sehingga konsumen kesulitan memahami apa yang sebenarnya Anda tawarkan.
2. Menawarkan Solusi untuk Permasalahan Audiens
Konsumen umumnya mencari produk atau layanan karena mempunyai kebutuhan atau masalah yang ingin diselesaikan. Karena itu, iklan sebaiknya tidak hanya menjelaskan produk, tetapi juga menunjukkan manfaat yang relevan bagi konsumen.
Misalnya, Budi membutuhkan jas hujan karena sudah memasuki musim penghujan dan ia ingin tetap terlindungi ketika berkendara.
Alih-alih sekadar mengiklankan “jas hujan”, Anda dapat menawarkan solusi yang lebih spesifik, misalnya jas hujan berbahan PVC yang kedap air dan dirancang untuk memberikan perlindungan ketika hujan.
Dengan pendekatan tersebut, konsumen dapat lebih cepat memahami hubungan antara masalah yang mereka hadapi dengan manfaat produk yang Anda tawarkan.
3. Mengajukan Pertanyaan yang Ditutup dengan CTA
Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam membuat iklan adalah call-to-action atau CTA. Pertanyaan dapat digunakan untuk menarik perhatian apabila berhubungan dengan permasalahan yang benar-benar dialami target konsumen.
Misalnya:
“Bingung memilih jas hujan yang benar-benar tahan air?”
Kemudian lanjutkan dengan CTA yang jelas:
“Temukan jas hujan yang sesuai untuk perjalanan Anda.”
Melalui CTA, Anda memberikan arahan mengenai tindakan selanjutnya yang dapat dilakukan konsumen, misalnya melihat produk, meminta penawaran, menghubungi WhatsApp, melakukan pendaftaran, atau membeli.
4. Menyertakan Testimoni Konsumen atau Pelanggan
Calon konsumen sering membutuhkan bukti tambahan sebelum mengambil keputusan. Salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan adalah menampilkan pengalaman pelanggan yang sebelumnya sudah menggunakan produk atau jasa Anda.
Testimoni yang baik sebaiknya spesifik. Daripada hanya menampilkan komentar seperti “produknya bagus”, akan lebih kuat apabila testimoni menjelaskan masalah pelanggan, pengalaman menggunakan produk, serta hasil atau manfaat yang dirasakan.
Pastikan testimoni yang digunakan berasal dari pelanggan nyata dan tidak memberikan klaim yang tidak dapat dibuktikan.
5. Membangkitkan Rasa Urgensi Konsumen secara Wajar
Promosi dengan periode tertentu dapat mendorong konsumen mengambil keputusan lebih cepat. Contohnya adalah diskon hingga tanggal tertentu, bonus untuk jumlah pembelian terbatas, atau harga khusus selama periode promosi.
Anda dapat menggunakan kata seperti “hingga hari ini”, “periode terbatas”, “stok terbatas”, atau “daftar sekarang” apabila kondisi tersebut memang benar.
Hindari menciptakan urgensi palsu. Misalnya menuliskan “tinggal 1 produk” atau “promo hanya hari ini” apabila penawaran tersebut terus muncul setiap hari. Teknik semacam ini berpotensi mengurangi kepercayaan konsumen.
6. Gunakan Headline dan Visual yang Menarik tetapi Tetap Relevan
Headline dan visual merupakan bagian pertama yang biasanya dilihat audiens. Karena itu, keduanya harus mampu menjelaskan inti pesan dengan cepat tanpa membuat audiens bekerja keras untuk memahami iklan.
Visual sebaiknya mendukung produk, manfaat, atau pesan utama. Hindari memasukkan terlalu banyak tulisan, gambar, warna, dan elemen yang justru membuat fokus iklan menjadi tidak jelas.
Untuk iklan video atau media sosial, buat bagian awal konten cukup kuat untuk mendapatkan perhatian ketika audiens sedang melakukan scrolling. Namun, perhatian tersebut tetap harus berhubungan dengan pesan dan penawaran yang diberikan, bukan sekadar membuat konten yang viral.
7. Lakukan A/B Testing dan Evaluasi Berdasarkan Data
Tidak ada satu formula iklan yang selalu memberikan hasil terbaik untuk setiap bisnis. Karena itu, hindari menilai iklan hanya berdasarkan apakah desainnya terlihat bagus.
Anda dapat melakukan A/B testing terhadap beberapa elemen, misalnya headline, visual, angle komunikasi, penawaran, atau CTA. Sebaiknya jangan mengubah terlalu banyak variabel sekaligus agar Anda dapat mengetahui elemen mana yang memengaruhi hasil.
Setelah iklan berjalan, evaluasi performanya berdasarkan tujuan kampanye. Untuk kampanye traffic misalnya, Anda dapat melihat klik dan CTR. Sementara untuk kampanye yang bertujuan menghasilkan leads atau penjualan, perhatikan juga conversion rate, cost per lead atau acquisition, dan hasil bisnis yang diperoleh.

Contoh Optimasi Iklan dari Pengalaman DIFITECH
Dalam mengelola kampanye digital untuk berbagai jenis bisnis, DIFITECH menemukan bahwa iklan dengan desain yang menarik belum tentu menghasilkan performa terbaik. Karena itu, evaluasi materi iklan tidak hanya dilakukan berdasarkan tampilan visual, tetapi juga berdasarkan respons audiens, kualitas traffic, serta hasil akhir kampanye.
Sebagai salah satu contoh dari proses optimasi yang pernah dilakukan, tim DIFITECH membandingkan dua pendekatan headline pada kampanye lead generation dengan target audiens dan penawaran yang relatif sama.
- Versi A: headline lebih umum dan langsung menjelaskan layanan yang ditawarkan. Pada pengujian tersebut, CTR berada di kisaran 1,8%.
- Versi B: headline menggunakan pendekatan pain point yang langsung mengangkat permasalahan yang sering dialami target audiens. CTR berada di kisaran 2,7%.
Dari perbandingan tersebut, pendekatan headline yang lebih spesifik terhadap permasalahan audiens menghasilkan CTR sekitar 50% lebih tinggi dibandingkan headline yang hanya menjelaskan layanan secara umum.
Contohnya, pendekatan headline yang bersifat umum seperti “Jasa Digital Marketing untuk Bisnis Anda” dapat dibandingkan dengan pendekatan yang lebih berorientasi pada masalah seperti “Iklan Sudah Jalan tapi Belum Menghasilkan Penjualan?”. Headline kedua membuat audiens lebih cepat mengenali permasalahan yang mereka alami sebelum membaca penawaran lebih lanjut.
Namun, CTR yang lebih tinggi tidak langsung dianggap sebagai indikator keberhasilan akhir. Tim DIFITECH tetap membandingkan kualitas traffic dan hasil setelah audiens masuk ke landing page atau menghubungi bisnis.
Dalam pengujian tersebut, variasi iklan dengan pendekatan pain point juga menunjukkan conversion rate di kisaran 6,4%, dibandingkan sekitar 4,3% pada variasi dengan pesan yang lebih umum. Dengan kombinasi CTR dan conversion rate yang lebih baik, cost per lead dapat ditekan sekitar 20–25%.
Hasil seperti ini menunjukkan mengapa proses optimasi sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu elemen. Selain headline, DIFITECH juga mengevaluasi visual, CTA, penawaran, segmentasi audiens, serta landing page untuk mengetahui faktor mana yang paling berpengaruh terhadap performa kampanye.
Dalam beberapa kasus, iklan dengan CTR tinggi justru dapat menghasilkan lead yang kurang relevan apabila pesan terlalu luas atau terlalu menarik rasa penasaran. Sebaliknya, materi iklan dengan jumlah klik sedikit lebih rendah dapat menghasilkan performa bisnis yang lebih baik apabila audiens yang masuk mempunyai intent yang lebih kuat.
Karena itu, DIFITECH tidak menilai efektivitas iklan hanya berdasarkan jumlah klik. Metrik seperti CTR, conversion rate, cost per lead, cost per acquisition, dan kualitas lead perlu dibaca secara bersamaan sesuai dengan tujuan kampanye.
Dari pengalaman tersebut dapat disimpulkan bahwa iklan yang efektif bukan sekadar iklan yang paling banyak mendapatkan perhatian, melainkan iklan yang mampu menarik audiens yang tepat dan mengubah perhatian tersebut menjadi tindakan yang bernilai bagi bisnis.
Apa yang Harus Diperhatikan Saat Membandingkan Iklan?
Ketika membandingkan beberapa iklan untuk menentukan mana yang lebih baik, jangan hanya membandingkan desain atau jumlah klik. Pastikan masing-masing iklan mempunyai tujuan dan kondisi pengujian yang sebanding.
- Tujuan kampanye: apakah mengejar awareness, traffic, leads, atau penjualan?
- Target audiens: apakah iklan ditampilkan kepada kelompok audiens yang sama?
- Pesan: apakah manfaat produk mudah dipahami?
- Headline dan visual: apakah mampu menarik perhatian tanpa mengaburkan pesan?
- CTA: apakah tindakan berikutnya jelas?
- Performa: bandingkan metrik yang sesuai dengan tujuan kampanye.
Iklan dengan CTR lebih tinggi, misalnya, belum tentu menjadi iklan terbaik apabila tujuan akhir kampanye adalah penjualan tetapi traffic yang dihasilkan tidak menghasilkan konversi.
Hal yang Tidak Harus Dicantumkan dalam Menulis Iklan Adalah Apa?
Hal yang tidak harus dicantumkan dalam menulis iklan adalah informasi yang tidak relevan, terlalu bertele-tele, sulit dipahami, atau tidak membantu audiens mengambil keputusan.
Iklan tidak harus berisi seluruh informasi mengenai produk. Prioritaskan informasi yang benar-benar dibutuhkan konsumen, seperti manfaat utama, pembeda produk, penawaran, serta tindakan yang perlu dilakukan selanjutnya.
Selain itu, hindari:
- klaim berlebihan yang tidak dapat dibuktikan;
- informasi yang tidak berhubungan dengan produk atau penawaran;
- bahasa yang terlalu panjang dan rumit;
- terlalu banyak pesan utama dalam satu iklan;
- urgensi atau testimoni palsu;
- headline yang menarik perhatian tetapi tidak sesuai dengan isi iklan.
Mengapa Sebuah Iklan Harus Dirancang Semenarik Mungkin?
Sebuah iklan perlu dirancang menarik karena iklan harus bersaing mendapatkan perhatian audiens sebelum pesan dapat dibaca atau dipahami. Namun, menarik bukan berarti harus ramai, menggunakan banyak warna, atau selalu mengikuti tren.
Iklan yang menarik justru harus mampu membuat audiens yang tepat berhenti, memahami manfaat yang ditawarkan, mengingat pesan, dan mengetahui apa yang perlu dilakukan setelahnya.
Dengan demikian, desain menarik harus selalu berjalan bersama relevansi. Iklan yang mendapatkan perhatian tetapi menarik audiens yang salah belum tentu memberikan hasil bisnis yang baik.
FAQ tentang Cara Membuat Iklan yang Menarik
Apa Langkah Pertama yang Paling Penting Sebelum Membuat Iklan?
Mulailah dengan menentukan tujuan dan mengenali target audiens. Pahami siapa yang ingin dijangkau, masalah yang mereka hadapi, manfaat yang mereka cari, serta tindakan yang ingin Anda dorong melalui iklan.
Apa yang Perlu Diperhatikan dalam Membuat Iklan Digital?
Perhatikan tujuan kampanye, target audiens, platform, format materi iklan, headline, visual, penawaran, CTA, landing page, serta performa iklan setelah ditayangkan. Elemen-elemen tersebut perlu dievaluasi sebagai satu kesatuan.
Apa yang Dilakukan Pembuat Iklan untuk Mencapai Tujuannya?
Pembuat iklan menentukan tujuan kampanye, melakukan riset audiens, menentukan pesan dan penawaran, memilih media atau platform, membuat materi iklan, menjalankan kampanye, kemudian mengevaluasi dan mengoptimasi berdasarkan hasil yang diperoleh.
Iklan Harus Dibuat dengan Apa?
Iklan harus dibuat dengan perencanaan yang matang, pemahaman terhadap audiens, pesan yang jelas, materi kreatif yang relevan, serta tujuan yang dapat dievaluasi. Iklan yang efektif bukan hanya terlihat menarik, tetapi juga mampu mendukung tujuan pemasaran.
Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, iklan mempunyai peluang lebih besar untuk menarik audiens yang tepat dan mengarahkan mereka menuju tindakan yang Anda inginkan.
Jika membutuhkan bantuan untuk merancang strategi dan mengoptimalkan kampanye, Anda dapat menggunakan jasa digital marketing profesional. DIFITECH menyediakan layanan optimasi digital marketing, pembuatan website, hingga video marketing sesuai kebutuhan bisnis.




