Dalam digital marketing, data adalah dasar dari keputusan bisnis.
Namun, data hanya berguna jika:
✅ akurat
✅ lengkap
✅ bisa ditindaklanjuti
Sayangnya, banyak kampanye gagal bukan karena strategi buruk, tetapi karena tracking salah atau data tidak terbaca.
Di sinilah peran agency sangat krusial: Agency harus bertanggung jawab atas integritas data melalui standar SLA dan kontrol kualitas analytics.
Kenapa Data Analytics Penting untuk Keberhasilan Kampanye?
Dengan data yang benar, bisnis bisa:
- Mengetahui iklan mana yang memberikan buyer terbaik
- Memotong biaya dari audience yang tidak relevan
- Menyesuaikan creative & offer secara real-time
- Memprediksi pertumbuhan penjualan yang realistis
📌 Tanpa data akurat → semua pengambilan keputusan hanyalah tebakan mahal.
SLA Data Analytics: Apa yang Harus Dijamin Agency?
SLA (Service Level Agreement) harus mengatur:
| Komponen SLA | Penjelasan |
| Waktu setup tracking | Harus selesai di awal onboarding |
| Akurasi event | Event penting harus terbaca 95–100% |
| Reporting timeline | Laporan bulanan / mingguan konsisten |
| Alert monitoring | Agency wajib bertindak cepat jika tracking error |
| Kontrol kualitas data | Audit rutin setiap bulan |
SLA bukan hanya untuk kecepatan layanan, tapi keamanan performa kampanye.
Standar Kontrol Kualitas Analytics di Agency Profesional
Agency harus menerapkan:
✅ Debugging event sebelum campaign launch
✅ Testing cross-device, cross-browser, cross-platform
✅ Monitoring dashboard harian
✅ Validasi data terhadap CRM / internal sales
✅ Audit tracking minimal 1x per bulan
Dan yang paling penting:
✅ Agency bertanggung jawab jika data tracking rusak
Tidak boleh ada alasan seperti:
❌ “Sepertinya pixel-nya error dari kemarin…”
Respons lambat = uang iklan terbuang.
Apa yang Termasuk “Data yang Harus Dijaga Kualitasnya”?
| Kategori Data | Contoh |
| Tracking Event | Lead, Purchase, Add to Cart |
| Media Buying Data | CPC, CPM, CTR, CVR, ROAS |
| Landing Page Metrics | Bounce Rate, Scroll Depth |
| Lead Quality | Qualified Leads vs Spam |
| Attribution | Sumber lead & revenue |
Kesalahan sekecil apa pun pada event tracking → berdampak besar pada algoritma campaign.
Cara Menilai Apakah Agency Serius Menjaga Data
Tanyakan hal berikut:
🔹 “Siapa yang bertanggung jawab atas QA tracking?”
🔹 “Berapa lama SLA perbaikan tracking?”
🔹 “Bagaimana memastikan lead spam tidak masuk perhitungan performa?”
🔹 “Apakah ada dokumentasi mapping tracking?”
Agency yang tidak bisa menjawab dengan jelas: 🚩 Tidak memiliki sistem kontrol kualitas yang layak
Konsekuensi Fatal Jika Data Diabaikan
| Masalah | Dampak |
| Tracking rusak | Algoritma salah belajar |
| Attribution salah | Budget tidak optimal |
| Lead spam banyak | Biaya akuisisi meningkat |
| Tidak ada dashboard | Keputusan lambat |
| Tidak ada insight | Tidak bisa scale-up |
Tanpa kontrol kualitas, campaign akan kehilangan arah.
Kesimpulan
Agency bertanggung jawab bukan hanya menjalankan iklan,
tetapi menjaga keakuratan data yang menjadi dasar penerapan strategi.
Agency yang baik akan:
✅ memiliki SLA jelas soal tracking
✅ memiliki audit rutin analytics
✅ proaktif mencegah kerugian data
✅ menjaga performa iklan tetap efisien
Data adalah aset. Dan agency adalah penjaganya. Pastikan penjaga yang Anda pilih benar-benar bisa dipercaya.