Mengenal Micro Moment Marketing

Mengenal Micro Moment Marketing

Mengenal Micro Moment Marketing. Saat ini kita hidup di dunia yang segalanya terkoneksi secara digital. Implikasi dari kenyatan itu jelas, bahwa semua hal bisa dilakukan dengan lebih cepat, mudah, dan instan.

Hal tersebut dimungkinkan berkat lekatnya kita dengan smartphone. Dengan keberadaan smartphone, seseorang bisa meminta dan menemukan informasi hanya dengan beralih ke komputer mini di sakunya.

Dilansir dari We Are Social, terdapat 175,4 juta pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021. Dibandingkan tahun sebelumnya, ada kenaikan 17% atau 25 juta pengguna internet. Dari sekian juta pengguna internet di Indonesia, 96% diantaranya merupakan pengguna smartphone.

Sebagai seorang marketer, tentu pertanyaan paling relevan yang harus dijawab kemudian adalah apa dampak dari fenomena tersebut terhadap perilaku konsumen? Jawaban singkatnya adalah gratifikasi instan, sebuah keinginan untuk mengalami kesenangan atau terpenuhinya keinginan tanpa penundaan.

Para pengguna smartphone ingin segala keinginannya terpenuhi dalam tempo sesingkat mungkin. Kemudahan mengakses informasi membuat konsumen memiliki kuasa untuk menentukan pilihan dengan waktu yang lebih singkat.

Kita, sebagai marketer saat ini menghadapi hyper-connected consumer. Sebuah tipe konsumen baru yang begitu rajin membuka smartphone sebanyak 150 kali per hari. Tipe konsumen yang setiap harinya menghabiskan 177 menit menatap ponselnya masing-masing dengan rata-rata 1 menit 10 detik per sesinya. Penggalan interaksi dan konektivitas seluler tersebutlah yang disebut sebagai micro-moment.

Apa Itu Micro Moment?

Micro-moments terjadi di saat seseorang secara reflektif beralih dari suatu aktivitas mereka untuk memenuhi kebutuhan akan sesuatu, entah itu kebutuhan untuk mengetahui, melakukan, menemukan, menonton, atau membeli sesuatu. Pada momen singkat penuh-intensi tersebutlah keputusan dibuat dan preferensi dibentuk.

Pada momen tersebut, konsumen memiliki tendensi untuk berekspektasi lebih tinggi dari biasanya. Smartphone yang kita bawa sehari-hari telah melatih diri untuk menuntut brand secara langsung mengantarkan kita kepada sesuatu yang sedang kita inginkan, di waktu kita sedang sangat menginginkannya.

Baca Juga :   Penjelasan dan Tips dalam Membuat Call to Action (CTA)

Ketika brand gagal menghadirkan informasi yang diinginkan dalam waktu yang singkat, secara tidak langsung brand gagal menarik calon konsumen untuk bertransaksi.

Pentingnya Menjalankan Micro Moment Marketing

Menerima fakta bahwa saat ini proses penentuan keputusan dan pilihan dari konsumen akan semakin singkat, artinya kita mengetahui bahwa konsumen berekspektasi untuk bisa memenuhi keinginan mereka secara instan pula.

Penting bagi marketers untuk memahami ekspektasi dari konsumen. Dengan memiliki pemahaman atas ekspektasi konsumen maka brand dapat lebih mudah untuk membantu konsumen memenuhi keinginannya.

Maka kata kunci yang perlu untuk digarisbawahi dalam sub-topik bahasan ini adalah ‘customer experience’. Customer experience yang dimaksud dalam konteks ini berarti impresi yang dimiliki konsumen terhadap setiap interaksi dengan sebuah brand. Unggul dalam segi customer experience adalah hal terpenting dalam keberhasilan marketers dalam memenuhi demand dari konsumen.

Tidak sedikit dari brand atau perusahaan yang memandang sebelah mata aspek customer experience, dan akhirnya gagal untuk memenuhi ekspektasi dari konsumennya.

Bahkan menurut survei yang dilakukan oleh Bain & Company terhadap 362 perusahaan dan konsumen mereka, 80% CEO mempercayai bahwa perusahaannya telah berhasil menghadirkan customer experience yang baik. Sementara di sisi lain, hanya 8% dari konsumen mereka yang setuju akan hal tersebut.

Pada konteks ini micro-moments marketing memegang peran yang cukup penting dalam menutup patahan antara ekspektasi konsumen dan persepsi penyedia produk dan jasa. Dengan menyadari pentingnya micro-moment, para marketers bisa lebih mudah menanggapi kebutuhan konsumen pada momen yang tepat.

Penyertaan pertimbangan micro-moment dalam strategi marketing juga akan berbuah pada meningkatkan kepuasan konsumen yang mendapatkan konten dan informasi dengan lebih mudah tanpa hambatan.

Baca Juga :   Apa Perbedaan Strategi Digital Marketing B2B VS B2C?

Bagaimana cara Mengoptimasi Micro Moment Marketing?

Sampai di sini Anda telah mengetaui secara umum mengenai apa itu micro-moment, dan pertimbangan atas sisi penting darinya. Maka demi melengkapi wawasan mengenai micro-moment, Anda juga perlu mengetahui bagaimana seorang marketer seharusnya menyiasati fenomena micro-moment.

  1. Identifikasi momen “I-want-to-buy” dari konsumen Anda. Cobalah untuk berkomunikasi langsung dengan konsumen untuk mengetahui kapan, di mana, dan bagaimana konsumen Anda mencari informasi dan menentukan untuk membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan.
  2. Hadir pada momen konsumen sedang membutuhkan. Setelah berhasil mengidentifikasi kapan, dimana, dan bagaimana konsumen Anda membuat keputusan, rancanglah strategi konten yang komprehensif yang meliputi berbagai channel termasuk search engine, video, dan media sosial, ataupun display.
  3. Suguhkan konten yang relevan. Tentu hanya sekadar hadir pada momen-momen tersebut tidak cukup. Konten yang Anda hadirkan juga harus relevan dengan interest dari konsumen. Cobalah untuk menelisik bagaimana proses konsumen dalam mencari produk atau jasa yang tepat, misalnya seputar pertanyaan dan keyword yang digunakan dalam pencarian. Gunakanlah informasi tersebut untuk membuat konten yang dapat memenuhi pertanyaan dari konsumen Anda.
  4. Buat proses pembelian sesederhana mungkin. Ingat bahwa atensi audience pada konten yang Anda sajikan akan memakan waktu yang singkat. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memberikan cara yang paling mudah untuk konsumen melakukan transaksi. Sediakanlah beberapa pilihan cara pembelian dan pembayaran atas produk dan jasa Anda. Sertakan juga instruksi pembelian dan pembayaran selengkap mungkin dengan membuat langkah pembelian sesederhana mungkin.
  5. Memantau setiap interaksi antara konsumen dan brand Anda. Cobalah untuk terus memantau setiap interaksi antara konsumen dan brand Anda. Langkah terakhir ini sangat berguna untuk menemukan pola pembelian yang paling diminati oleh konsumen dari berbagai channel marketing yang Anda gunakan. Pola perilaku micro-moment yang ditunjukan konsumen seharusnya menjadi isyarat bagi bisnis Anda untuk lebih berusaha terkoneksi dengan konsumen melalui cara yang lebih variatif.
Baca Juga :   7 Dasar Marketing yang Wajib Anda Ketahui!

Hal ini penting untuk mengantisipasi kehadiran micro-moment, yang tentunya akan sangat menguntungkan jika produk Anda hadir pada momen tersebut. Mengantisipasi kehadiran micro-moment menjadi kunci bisnis Anda untuk mampu bersaing dan bertahan di lingkungan-serba-digital seperti saat ini.

Untuk Anda yang sedang mencari digital marketing partner untuk menangkap micro moment para calon konsumen Anda di online platform seperti social media dan Google, Anda dapat menghubungi Difitech.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
DIFITECH

Saat ini kami memiliki layanan untuk setiap bisnis yang ingin mengembangkan bisnis mereka dari Design dan Digital Dengan tim yang lengkap ,dapat memberikan setiap solusi untuk keperluan bisnis anda.

Social Media
Send
Apa ada yang bisa kami bantu?
Apa ada yang bisa kami bantu?