Penjelasan dan Tips dalam Membuat Call to Action (CTA)

Penjelasan dan Tips dalam Membuat Call to Action (CTA)

Apa itu Call to Action (CTA)?

Call to action adalah sebuah teks, biasanya digabungkan dengan sebuah gambar atau icon, yang memberitahu pengunjung apa yang Anda ingin mereka lakukan selanjutnya. Tombol CTA merupakan jembatan antara konten yang sudah menarik perhatian pengunjung dengan sesuatu lebih—di luar dari konten—yang Anda tawarkan.

Dalam menjalankan inbound marketing mengikutsertakan tombol CTA (call to action) pada website sangatlah penting. CTA memiliki andil yang cukup penting dalam mengubah audience menjadi prospek bisnis dan kemudian diharapkan akan menjadi konsumen atau customer tetap. Untuk itu, simak ulasan mengenai beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses membuat CTA di bawah ini.

5 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Membuat CTA

Anda mungkin sudah sering melihat call to action button mulai dari yang sederhana seperti “Baca Berita Sejenis” hingga “Daftar Untuk Berita Terbaru”. Namun seberapa ampuhkan tombol-tombol tadi? Untuk menjadikan CTA bekerja secara efektif, beberapa hal perlu diperhatikan. Berikut lima hal penting yang perlu diperhatikan saat membuat tombol CTA:

1# Tipe Konten

Setiap CTA button memiliki tujuan berbeda, bergantung pada konten atau penawaran apakah yang dijembatani oleh CTA tersebut. Bisa berupa eBook, teks, pesan, atau yang lainnya.

Tipe penawaran akan menentukan strategi di mana Anda harus meletakkan CTA dan bagaimana memilih kata-kata ajakannya. Tombol ajakan ini juga harus mudah dilihat dan diikuti oleh pengunjung dalam melanjutkan eksplorasi di website Anda. Cobalah untuk menjadi pengunjung website Anda sendiri dan lakukan evaluasi, apakah penempatan CTA pada website Anda sudah sesuai dan mudah dijangkau oleh pengunjung lainnya.

2# Sensitivitas Waktu

Timing dari konten Anda harus sangat dipertimbangkan saat membuat call to action, khususnya untuk time-sensitive content seperti webinar atau event online. Pastikan waktu dan kapan event tersebut akan dilaksanakan cukup terlihat jelas agar pengunjung sadar dan memahami apa yang ditawarkan.

Baca Juga :   Cara Meningkatkan Jangkauan Instagram Bisnis Anda

3# Penempatan

Saat menjalankan Email Marketing, pastikan Anda memiliki gambaran di mana CTA akan ditempatkan saat Anda membuat tombol. Selain fokus pada ukuran dan warna, keselarasan antara pesan CTA dengan konten lain yang akan mendukungnya juga sangat krusial. Contohnya saat Anda membuat email CTA, pastikan tombol-tombol tersebut tidak menumpuk saat konten dibuka menggunakan ponsel.

Saat ini, lebih banyak orang membuka pesan email lewat ponsel, jadi pastikan bahwa pelanggan melihat apa yang ingin Anda tawarkan seperti yang Anda inginkan. Karena itu, lakukan demonstrasi atau email test agar Anda sepenuhnya yakin bahwa semua terlihat baik dan mudah dimengerti sebelum mengirimkan email.

Call to Action button Anda juga akan secara otomatis berubah bentuk saat ditempatkan di halaman web. CTA pada halaman service atau halaman contact bisa memiliki ukuran bervariasi dan semuanya harus selaras dengan informasi lain yang tersaji di halaman yang sama. Pastikan bahwa Anda menjaga pesan atau informasi Anda konsisten untuk memudahkan pengunjung berselancar lebih jauh.

Anda mungkin sudah paham tentang perusahaan Anda dari A sampai Z, tapi pengunjung masih berusaha untuk mengenal Anda. Urutan bagaimana pengunjung akan menerima informasi ini akan cukup berbeda.

Jangan terlalu banyak membanjiri mereka dengan info atau membingungkan mereka dengan menggiringnya dari satu topik ke topik lainnya. Poin utama sebuah CTA adalah membantu pengunjung teredukasi lebih baik dalam hal konten yang mereka lihat di website Anda.

Blog post CTA

Ketika Anda mempertimbangkan tempat untuk meletakkkan CTA di postingan blog, Anda pasti ingin memastikan bahwa desainnya akan menonjolkan desain dari blog itu sendiri. Anda juga bisa mempertimbangkan untuk meletakkkan tombol CTA di beberapa lokasi berbeda.

Baca Juga :   Strategi Content Marketing Bisnis B2B Supaya Brand Bisnis Kamu Tepat Sasaran

Mengambil contoh tata letak CTA dari website lain memang bukan masalah, tetapi perlu diingat bahwa apa yang berhasil untuk orang lain bisa jadi tidak berhasil untuk Anda. Jangan lupa untuk mencoba beberapa hal baru, terus lakukan pembaharuan, dan menguji ulang apa yang terbaik bagi pengunjung.

4# Estetika

Menyeimbangkan dan menyelaraskan CTA dengan desain web agar menarik perhatian pengunjung memerlukan rencana mendalam. Anda pastinya tidak ingin CTA Anda malah membuat sakit mata bagi pengunjung?

Sebaliknya, Anda ingin tombol CTA menjadi sebuah karya seni mini yang menyita perhatian pengunjung. Hal ini tentu membutuhkan beberapa kali percobaan untuk akhirnya menemukan CTA yang baik dan selaras. Namun, percayalah bahwa usaha tadi akan membuahkan hasil yang setimpal.

5# Pesan yang Jelas

CTA Anda harus ringkas dan jelas. Memberitahu pengunjung tepatnya apa yang akan mereka dapat saat menekan tombol CTA lebih baik daripada menipu mereka agar menekan tombol. Ingat bahwa Anda ingin memenangkan kepercayaan pelanggan bukannya membodohi mereka dalam memberikan informasi.

Jika pelanggan paham betul dengan mengapa mereka akhirnya menekan tombol call to action, mereka akan lebih cenderung untuk benar-benar bersedia mengisi penuh formulir dan menerima konten yang Anda sediakan. Lebih baik memiliki sedikit jumlah pengujung yang memang akhirnya benar-benar menggunakan konten yang Anda tawarkan.

Konklusi

Sudah tahu kan bahwa tombol CTA sangat penting ditempakan di website Anda untuk mengajak pengunjung atau pelanggan melakukan hal lebih jauh dalam mengenal bisnis Anda? Difitech siap membantu Anda untuk mendapatkan ide call to action terbaik.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
DIFITECH

Saat ini kami memiliki layanan untuk setiap bisnis yang ingin mengembangkan bisnis mereka dari Design dan Digital Dengan tim yang lengkap ,dapat memberikan setiap solusi untuk keperluan bisnis anda.

Social Media
Send
Apa ada yang bisa kami bantu?
Apa ada yang bisa kami bantu?